Tampilkan postingan dengan label Urban Art. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Urban Art. Tampilkan semua postingan

Bombing Competition-Pentas Seni 2 (bangkitnya graffity di Malang)

Jumat, 11 Januari 2013
0 komentar
Pentas Seni 2, merupakan acara yang dipelopori oleh Mahasiswa Jusrusan Pend Seni Rupa dan Desain Universitas Negri Malang. Salah satu acaranya adalah Bombing Competation.Dimana acara ini bertujuan untuk mengembangkan potensi para bomber dalam mengembangkan kreatifitasnya. Selain itu, acara ini diperuntukan sebagai tahap awal untuk menghidupkan kembali Urban-Art di Malang. Dimana kegiatan Bombing di Malang tidak seramai seperti dahulu. Selain untuk mengaktifkan kembali bombing di Malang, Acara Pentas seni ini juga bentuk dari para Mahasiswa di UM, sebagai apresiasi mereka terhadap budaya lokal, dan tradisi kesenian daerah. pada malam puncak Acara Pentas Seni 2, terdapat beberapa acara yang menunjukkan kesenian daerah, khusunya daerah jawa. Berikut merupakan Foto yang saya peroleh ketika saya mengikuti salah satu bomber  :
Gambar ketika sayaikut salah satu bomber memeli cat semprot, sebelum mengikuti kontes bombing


Daftar ulang dan Pembagian 1 Pilo, pada setiap peserta



Its BOMBING TIME part I : salah satu Bomber mulai bekarya (Bejo), Karakter



Its BOMBING TIME part II : Karakter


Its BOMBING TIME part III: Dump ft Ari Art, Wild, Old School


Its BOMBING TIME part IV, Karakter


Its BOMBING TIME partV : Teknik Stensil


Its BOMBING TIME part VI


Its BOMBING TIME part VII-Wild 



Its BOMBING TIME partVIII


Its BOMBING TIME part IX: Solidaritas antar Bomber dalam Kompetisi *so sweet

Its BOMBING TIME part X
Pada sela-selaacara bombing competition, beberapa anak Ngaco menorehkann tagging

FINAL-Karakter

FINAL - Old Style

Setelah bombing competition usai, ada acara seminar kecil yang dibawakan oleh Ngaco Fams. Ngaco Sendiri merupakan komunitas bomber pertama di Malang, dan menjadi bintang tamu pada kompetisi ini. Setelah kompetisi ini uasai, ada acara singkat sharing-sharing antara bomber Malang dan Ngaco Fams. DAn pada Malam hari sekitar jam 10 malam, ketika acara puncak dari kompetisi ini, ada performing art dari Ngaco Fams.
Baca selengkapnya »

Bombing-Batu Performing (jl. Terusan Patimura)

Rabu, 26 Desember 2012
2 komentar









Baca selengkapnya »

Seni Jalanan yang menyuarakan Keadilan

Rabu, 21 November 2012
0 komentar
Poster "Munir TIDAK Mati" di Jl Soekarno Hatta-Malang 30/10/2012 6.06 AM
           Munir Said Thalib, atau yang akrab disapa degan Munir merupakan aktivis HAM yang berasal dari Kota Batu, yang tentunya ia memperjuangkan HAM setiap masyarakat Indonesia. Tak heran apabila kepergian munir pada 7 Desember 2004 meninggalkan keprihatinan yang cukup besar bagi masyarakat Kota Batu dan Malang. Sampai sekarang, misteri dari kematian penegak HAM Indonesia ini belum terpecahkan. Lama-kelamaan media elektronik dan media cetak sangat sedikit yang mengungkit-ungkit maslah ini kepublik. Seakan-akan kasus ini memang senggaja dirancang untuk ditutup dan dikubur dalam-dalam. Kasusnyapun hilang ditelan oleh kasus-kasus yang lain. Seperti kasus Korupsi, Tsunami, dan pemelihan presiden RI (SBY), dan pemberitaan mengenai perang Palestina dan jalur Gaza.
poster "Munir TIDAK Mati" yang sebelumnya tetutupi oleh poster band indie Malang

          Sebelumnya, poster munir yang saya temukan secara tidak senggaja ini tertutupi oleh poster band metal-indie malang (dan sekitarnya) yang sepertinya memang senggaja ditaruh di sana untuk menutupi poster (munir) sebelumnya. Di sini, saya tidak berani menyimpulkan apa motif peletakkan poster band tersebut di atas poster Munir. 
Gambar Stensil "Munir Tidak Mati" di salah satu pos di Jalan Sukarno Hatta  30/10/2012 06.58 AM
         Dan akhirnya saya menemukan salah satu dari jenis Graffiti, yakni teknik Stensil di jalan Sukarno hatta. Gambar tersebut terletak pada dinding pos yang sepertnya sudah lama tidak digunakan lagi. Saya meyakini bahwa gambar tersebut baru saja dibuat beberapa bulan yang lalu. Ketika saya melihat gambar ini, saya teringat oleh teman saya yang kebetulan seorang muralis kota Batu yang menceritakan bahwa setelah satu minggu Munir meninggal (pada tahun 2004), banyak dijumpai pada dinding-dinding kota Batu terdapat gambar serupa, terlebih pada seng-seng di depan rumah munir (yang sekarang dijadikan sebagai Batu Town Squere). Selain banyaknya bentuk stensil yang serupa ternyata juga terdapat gabungan dari gambaran Mural, Graffiti, dan Stensil yang digabung menjadi gambar yang berbentuk foto Munir serta terdapat tulisan (Graffiti) "MUNIR TIDAK MATI" yang berukuran kurang lebih 2 X 2 meter, yang berada tepat tembok kosong Ruko disebalah rumah munir (sekitar 15 m dari rumah Munir). Namun hal aneh terjadi beberapa hari kemudian, kurang dari satu minggu, semua bentuk dari pernyataan atas ketidak adailan yang diterima oleh Munir hilang, baik yang berbentuk poster, Stensil,  dan gambar foto Munir hilang, dan dibersihkan. Ada yang dihapus menggunakan cat, ada pula yang ditutupi oleh poster-poster yang lain. Seperti poster pilkada, dan anjuran untuk tidak menggunakan Narkoba.
          Tentunya para Muralis dan Bomber kota Batu mencoba mencari siapa dalang dibalik ini semua, siapa yang mengambar dan siapa yang menghapus?. Tapi sampai saat ini hal tersebut seperti menjadi suatu misteri yang tidak dapat dipecahkan. Tidak seperti cirikhas para bomber ataupun muralis, dimana ia akan meninggalkan tandan penggenalnya pada setiap gambar yang mereka buat seperti tagging pada graffiti. Pada gambar foto Munir,tidak diemukanya tagging ataupun hal lain yang menunjukkan identitas si-penggambar. Mungkin karena singkatnya gambar ini terekspose, tidak banyak para muralis ataupun bober malang yang mengetahui hal ini.  Bahakan sampai sekarang baik poster ataupun bentuk Stensil "Munir" tidak dijumpai di kota Batu.
     Namun beberapa tahun belakangan ini, banyak dijumpai bentuk stensil dan poster yang menyatakan Munir belum Mati dijumpai dibeberapa jalan di Kota Malang. Sepertinya para masyarakat Malang ingin keadilan Munir segera ditegakkan, dan memperoleh keadilan yang seadil-adilnya, mengingat jasa Munir yang diberikanya pada Indonesia tidaklah sedikit.
Saya tidak mengetahui, kenapa bentuk Stensil dan Poster ini berpindah dari Batu, ke Malang. dan sangat marak di Malang dibandingkan di Batu, dimana Batu merupakan asal dari Munir. Namun satu yang saya ambil dari fenomena ini bahwa Masyarakat Malang dan Batu masih menginginkan keadilan untuk Munir.

Vita Iga Anjani
foto : dokumen pribadi penulis 

Baca selengkapnya »
 

Labels

 

© 2010 ETNOFOTOGRAFI, Design by DzigNine
In collaboration with Breaking News, Trucks, SUV