Batu Menggungat

Senin, 31 Desember 2012
Sebuah Romantisasi Masyarakat Kota Batu Menggenang Munir
MENAFSIR MUNIR=MENOLAK LUPA

Foto ini saya dapatkan di perempatan jalan Galeri Raos. Gambar Mural tersebut merupakan hasil dari karya Bomber, Muralis dan Seniman Jogjakarta, BAtu, dan Malang

Sebuah Festival, Sebuah Upacara, Sebuah Pentas Rakyat  "MENAFSIR MUNIR MENOLAK LUPA". Dedikasi masyarakat kota Batu untuk sosok pendekar yang dipujanya. Masyarakat Batu mengajak masyarakat luas untuk kembali bernostalgia mengenang 9 tahun kematian Munir, dan 9 tahun keadilan dan janji-janji berada dalam tanah, dan tidak pernah muncul di permukaan.

Masyarakat Batu memang sangat bangga memiliki putra daerah yang mampu menjadi seorang pendekar Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Namun setelah kematian Munir yang penuh misteri itu muncul ke permukaan, ditambah pula oleh bumbu-bumbu dari media massa yang turut memeriahkan peristiwa ini, masyarakat Batu benar-benar merasa kehilanggan putra daeah kebanggaanya. Apalagi setelah mengetahui bahwa kematian munir itu lama-kelamaan tidak mendapatkan perhatian dari khalayak media massa yang dahulu turut andil dalam menyebarluaskan berita ini. Masyarakat mulai kecewa dan mulai geram dengan gelagat Pemerintah yang seakan-akan lupa terhadap sosok Munir ini.

Setelah 9 tahun terdiam, Masyarakat Kota Batu bergejolak, dan telah meradang yang ditunjukkan dalam pesta rakyat  "MENAFSIR MUNIR MENOLAK LUPA" sebuah acara untuk menggenang Sang Pendekar dari kota Batu. Kematian munir yang memiliki misteri yang begitu kompleks, menyimpan sebuah luka bagi beberapa masyarakat Batu. Melalui sebuah Seni, Masyarakat Batu memohon kepada pemerintah untuk meminta keadilan bagi Munir.  Seperti yang dikatakan oleh Butet Kertarajasa, sebagai salah satu bintang tamu “Kami ini seperti debt collector kultural. Pemerintah SBY punya hutang menyelesaikan kasus Munir, jadi kami tagih melalui kesenian,”. memang kita tidak bisa memunafikkan apabila kasus kematian Munir ini masih belum menemui titik terangnya.

Seperti yang telah saya kutip dari sistus resmi Kota Batu, bahwa acara tersebut senggaja didedikasikan sebagai bentuk apresiasi masyarakat Batu yang Bangga memiliki pendekar daerah seperti Munir. Dalam situs tersebut, Eddy Rumpoko selaku Walikota menambahkan bahwa ia akan membanggun monumen resmi untuk mengenang kejayaan Munir, dan sebagai tanda bahwa Munir merupakan salah satu Putra yang dibanggakan oleh Kota Batu. Acara tersebut mendatangkan seniman-seniman jogja yang berkerjasama dengan seniman Batu dan Malang, dan membuat pertunjukan seni yang memukau.

Bukan hanya para seniman, para Siswa-Siswi SD-SMP di kota batu juga turut memeriahkan acara ini dengan cara mewarnai poster-poster munir seperti pada gamabar dibawah ini. 

Foto ini saya dapatkan di depan SMPN 3 Batu. Gambar-gambar tersebut merupakan hasil dari kreasi para Siswa (SMP) sekota Batu

Gambar di atas merupakan karya dari Diki Maulid S salah satu murid SMPN 3 yang juga turut memberikan suaranya atas ketidak adilan kasus kematian Munir

gambar di atas merupakan salah satu karya dari siswa SD yang turut meramaikan acara ini. Dimana pada pagi harinya diadakan acara mewarnai bersama di Alun-alun Kota Batu
Tidak hanya dipasang memutari bentuk alun-alun Kota Batu, Tetapi karya-karya anak SD se kota Batu ini juga di pasang dibeberapa pohon di Alun-alun Kota Batu

Namun menurut hemat saya, acara ini tidak sepenuhnya didedikasikan untuk menggenang jasa-jasa Munir ataupun sebagai perwujudan untuk menggambil keadilan yang hilang dari kasus kematian Munir. Tetapi juga sebagai wujud untuk meningkatkan sektor kepariwisataan di kota Batu, yang telah bangga mendedikasikan dirinya sebagai sebuah Kota Pariwisata. Bukan hanya acara menggenang jasa-jasa munir saja, tetapi juga awal dari bisnis kepariwisataan yang sepertinya akan berjalan di tahun 2012. Mungkin pembangunan monumen Munir ini juga diperuntukan untuk para wisatawan yang inggin menggenag sosok Pendekar HAM dari kota Batu.

Terlepas dari itu semua, dengan diadakan acara ini, pemerintah dan masyarakat Batu sanagt berharap apabila kasus Munir yang semakin hari semakin hilang dituntaskan dan sesegara mungkin mendapatkan keadilanya. Tidak hanya itu, acara ini juga merupakan bentuk protes untuk Pemerintah bahwa sebagai masyarakat yang telah terbuai oleh janji-janji itu benar-benar mengharapkan janji tersebut ada dilaksanakan. Pada semua gambar di atas, menunjukan bahwa acara ini ditujukan untuk



0 komentar:

Posting Komentar

 
 

© 2010 ETNOFOTOGRAFI, Design by DzigNine
In collaboration with Breaking News, Trucks, SUV