Seni Jalanan yang menyuarakan Keadilan

Rabu, 21 November 2012
0 komentar
Poster "Munir TIDAK Mati" di Jl Soekarno Hatta-Malang 30/10/2012 6.06 AM
           Munir Said Thalib, atau yang akrab disapa degan Munir merupakan aktivis HAM yang berasal dari Kota Batu, yang tentunya ia memperjuangkan HAM setiap masyarakat Indonesia. Tak heran apabila kepergian munir pada 7 Desember 2004 meninggalkan keprihatinan yang cukup besar bagi masyarakat Kota Batu dan Malang. Sampai sekarang, misteri dari kematian penegak HAM Indonesia ini belum terpecahkan. Lama-kelamaan media elektronik dan media cetak sangat sedikit yang mengungkit-ungkit maslah ini kepublik. Seakan-akan kasus ini memang senggaja dirancang untuk ditutup dan dikubur dalam-dalam. Kasusnyapun hilang ditelan oleh kasus-kasus yang lain. Seperti kasus Korupsi, Tsunami, dan pemelihan presiden RI (SBY), dan pemberitaan mengenai perang Palestina dan jalur Gaza.
poster "Munir TIDAK Mati" yang sebelumnya tetutupi oleh poster band indie Malang

          Sebelumnya, poster munir yang saya temukan secara tidak senggaja ini tertutupi oleh poster band metal-indie malang (dan sekitarnya) yang sepertinya memang senggaja ditaruh di sana untuk menutupi poster (munir) sebelumnya. Di sini, saya tidak berani menyimpulkan apa motif peletakkan poster band tersebut di atas poster Munir. 
Gambar Stensil "Munir Tidak Mati" di salah satu pos di Jalan Sukarno Hatta  30/10/2012 06.58 AM
         Dan akhirnya saya menemukan salah satu dari jenis Graffiti, yakni teknik Stensil di jalan Sukarno hatta. Gambar tersebut terletak pada dinding pos yang sepertnya sudah lama tidak digunakan lagi. Saya meyakini bahwa gambar tersebut baru saja dibuat beberapa bulan yang lalu. Ketika saya melihat gambar ini, saya teringat oleh teman saya yang kebetulan seorang muralis kota Batu yang menceritakan bahwa setelah satu minggu Munir meninggal (pada tahun 2004), banyak dijumpai pada dinding-dinding kota Batu terdapat gambar serupa, terlebih pada seng-seng di depan rumah munir (yang sekarang dijadikan sebagai Batu Town Squere). Selain banyaknya bentuk stensil yang serupa ternyata juga terdapat gabungan dari gambaran Mural, Graffiti, dan Stensil yang digabung menjadi gambar yang berbentuk foto Munir serta terdapat tulisan (Graffiti) "MUNIR TIDAK MATI" yang berukuran kurang lebih 2 X 2 meter, yang berada tepat tembok kosong Ruko disebalah rumah munir (sekitar 15 m dari rumah Munir). Namun hal aneh terjadi beberapa hari kemudian, kurang dari satu minggu, semua bentuk dari pernyataan atas ketidak adailan yang diterima oleh Munir hilang, baik yang berbentuk poster, Stensil,  dan gambar foto Munir hilang, dan dibersihkan. Ada yang dihapus menggunakan cat, ada pula yang ditutupi oleh poster-poster yang lain. Seperti poster pilkada, dan anjuran untuk tidak menggunakan Narkoba.
          Tentunya para Muralis dan Bomber kota Batu mencoba mencari siapa dalang dibalik ini semua, siapa yang mengambar dan siapa yang menghapus?. Tapi sampai saat ini hal tersebut seperti menjadi suatu misteri yang tidak dapat dipecahkan. Tidak seperti cirikhas para bomber ataupun muralis, dimana ia akan meninggalkan tandan penggenalnya pada setiap gambar yang mereka buat seperti tagging pada graffiti. Pada gambar foto Munir,tidak diemukanya tagging ataupun hal lain yang menunjukkan identitas si-penggambar. Mungkin karena singkatnya gambar ini terekspose, tidak banyak para muralis ataupun bober malang yang mengetahui hal ini.  Bahakan sampai sekarang baik poster ataupun bentuk Stensil "Munir" tidak dijumpai di kota Batu.
     Namun beberapa tahun belakangan ini, banyak dijumpai bentuk stensil dan poster yang menyatakan Munir belum Mati dijumpai dibeberapa jalan di Kota Malang. Sepertinya para masyarakat Malang ingin keadilan Munir segera ditegakkan, dan memperoleh keadilan yang seadil-adilnya, mengingat jasa Munir yang diberikanya pada Indonesia tidaklah sedikit.
Saya tidak mengetahui, kenapa bentuk Stensil dan Poster ini berpindah dari Batu, ke Malang. dan sangat marak di Malang dibandingkan di Batu, dimana Batu merupakan asal dari Munir. Namun satu yang saya ambil dari fenomena ini bahwa Masyarakat Malang dan Batu masih menginginkan keadilan untuk Munir.

Vita Iga Anjani
foto : dokumen pribadi penulis 

Baca selengkapnya »

SMOKING AREA ??

Minggu, 04 November 2012
2 komentar



Indonesia merupakan negara penghasil tembakau terbanyak di dunia. Tidak heran bila tembakau merupakan sumber devisa terbesar yang dimiliki oleh Indonesia saat ini. Indonesia bahkan sanggup mengeksport tembakau ke luar negri.Di Indonesia sendiri pabrik-pabrik rokok berdiri dengan kokoh dimana-mana. Mulai produk rokok nasional sampai lokal di daerah kecamatanpun Indonesi memilikinya. Berkat adanya pabrik-pabrik ini, masyarakat sekitar bisa bisa mendapatkann bantuan ekonomi dari bekerja di pabrik rokok walaupun hanya menjadi buruh pabrik. Sehingga dalam setiap kehidupan masyarakat Indonesia tidak dapat dipisahkan dari Sang Tembakau (rokok).

Namun, semenjak munculnya Perda No 5 tahun 2008 mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM) mulai di bangunlah kawasan "SMOKING AREA" pada tiap-tiap Kawasan Bebas Rokok di Indonesia, seperti alun-alun kota, Stasiun, Bandara, Tempat Wisata, Mall dll. Pembanggunan area ini dimaksudkan agar menciptakan kawasan yang bersih dan sehat bebas rokok di Indonesia, karna bahayanya asap yang dikeluarkan oleh rokok. Gambar Smoking Area di atas adalah salah satu gambar larangan merokok di tempat umum/kawasan terbuka. Foto ini saya ambil di kawasan alun-alun Kota Wisata Batu, dimana kawasan tersebut adalah kawasan terbuka, dan hampir 80% pengunjung di wilayah ini adalah anak-anak dan sisanya orang dewasa dan remaja.

Namun, pembangunan kawasan bebas rokok ini menurut hemat saya, sangatlah percuma. karena smoking area ini terbuka di kawasan umum. berikut adalah gambar dari smoking area di kawasan alun-alun Kota Wisata Batu,
smoking area alun-alun KWB 1 pada 19/09/2012 09.44 AM WIB

smoking area alun-alun KWB 2 19/09/2012 pada 09.47 AM WIB
dan bandingkan dengan foto smoking area yang berada di beberapa tempat di Jakarta, yang saya peroleh dari hasil google searhching
salah satu smoking area di Jakarta 1


salah satu smoking area di Salah Satu Airport di Jakarta
Jika dibandingkan dengan Smoking Area di alun-alun KWB dengan kedua tempat di Jakarta, sangatlah berbeda. Umumnya, smoking area adalah ruangan yang berdinding kaca, dan di dalamnya terdapat sebuah mesin untuk mengubah asap rokok tidak berbahaya lagi ketika di keluarkan. Sehingga pada saat asap rokok tersebut keluar melali lubang di atas, tidak berbahaya lagi. Tapi smoking di alun-alun KWB hanya seperti tempat duduk beratap seng, dan di sini saya beragumen bahwa smoking area di sini, sangatlah tidak layak. Dikarenakan, asap rokok yang dikelurkan oleh para perokok di sana tidak melalui sebuah proses dan asap rokok yang masih kotor tersebut ikut membaur dengan udara sekitar. Sehingga tempat tersebut sangatlah tidak efektiv.
foto orang tua bersama bayi di smoking area 1 pada 07/10/2012 07.35 pm WIB

foto orang tua bersama bayi di smoking area 2 pada 07/10/2012 07.45 pm WIB

Sudah terlihat jelas bahwa gambar di atas merupakan gambar kedua orang tua yang sedang mengasuh anaknya. Pada saat saya mengambil foto tersebut, si bayi sedang mmenangis sehingga si ibu berusaha menghiburnya dengan cara akan mengendongnya, tetapi si anak tidak menangis lagi. padahal di sebelahnya terdapat kumpulan remaja yang sedang bergurau dan tentunya merokok.
beberapa remaja sedang merokok di smoking area di alun-alun KWB pada 07/10/2012 07.46 pm WIB
Bisa di lihat bahwa smoking area di alun-alun batu tidaklah berfungsi secara semestinya dan sangatlah tidak efesien. Rata-rata orang yang sedang duduk di sana bukanlah semuanya perokok. dan smoking area di sini dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat sejenak bagi para pejalan kaki di alun-alun. dan tempat mengasuh anak.

Vita Iga Anjani
Foto : Dokumentasi Pribadi
Baca selengkapnya »

Kliping Koran

Jumat, 02 November 2012
0 komentar


Gambar 1  (JAWA POS/Guslan Gumilang)

Dalam foto 1, terdapat dua buah foto yang berbeda, yang pertama foto tentang poster pemberitahuan tentang bahaya penggunaan narkoba pada kalangan remaja. Sedangkan foto yang kedua menjelaskan kehidupan para remaja yang sedang menikmati dunia malam. Dari foto yang pertama dan yang kedua, saling berkaitan erat antara penggunaan narkoba dengan pergaulan remaja saat ini yang cenderung sering keluar malam bersama teman-temanya. Pergaulan para remaja usia 17-20 tahun mrupakan masa di mana mereka sedang berlomba-lomba mencari jati diri mereka. Sehingga mereka akan mencoba Sesutu yang baru mereka ketahui dalam kehidupannya yang baru. Tetapi di sini saya tidak membahas persoalan remaja, tetapi mengenai media poster/stiker/baliho sebagai sarana penganti media elektronik untuk menginformasikan sesuatu kepada orang yang dituju.
Seperti gambar pertama, yang bergambarkan ada seorang pelajar SMA sedang berdiri di atas poster pemberitahuan tentang bahaya menggunakan Narkoba.  Biasanya tulisan tersebut berisi seperti “ SAY NO TO DRUGS”, “ katakana TIDAK pada NARKOBA”, “Hidup Lebih Indah Tanpa NArkoba”. Kata-kata tersebut sangat umum dijumpai baik di sekolah SMP, SMA, PT/Universitas ataupun di jalanan. Tidak hanya pada pelajar, media jenis tersebut juga berlaku universal, tidak tertuju pada golongan tertentu.sering kita ketahui bahwa media cetak baliho/poster sering diletakkan di tempat yang memiliki spot yang sering dilewati oleh orag banyak. Seperti pada lembaga pendidikan, tembok jalanan/lampu merah, ataupun baliho besar yang sering mewarnai pinggiran jalan.



Gambar 2 (Stiker Bergambar Koruptor- KOMPAS/Agus Susanto 15/12)

                Foto yang kedua berisikan tentang stiker gambar daftar para korupor yang sedang menjadi buronan polisi pada saat itu. Dari foto ini, menjelaskan bahwa media tidak hanya berisikan tentang himbauan penggunaan Narkoba ataupun Sponsor produk semata, melainkan juga bisa menjadi suatu jurus yang jitu untuk menggajak masyarakat untuk besama-sama ikut andil dalam memberantas kejahatan korupsi di Indonesia.  Foto tersebut bukanya berada di kantor/pos polisi, melaikan berada di warung pinggir jalan MH Thamrin, Jakarta. Walaupun stiker gambar di meja warung pinggir jalantersebut terlihat rusak, tetapi foto ini cukup menjelaskan bahwa polisi, ataupun aparat hukum yanglain menginginkan agar para masyarakat juga ikut andil dalam pencarian para koruptor tersebut.
                Terkadang pemberitahuan seperti ini biasa di lakukan di televisi ataupun media cetak yang lain (Koran/majalah). Tetapi hal ini berbeda, pemberitahuan seperti ini justru diberitahukan melalui stiker yang menempel pada meja warung pinggir jalan tersebut. Dilihat dari penggambilan spotnya, sudah jelas warung dipilih dikarenakan warung pinggir jalan pasti akan didatnggi oleh para pengguna jalan yang inggin singgah. Sehingga secara tidak sadar, seseorang yang sedang duduk di kursi/meja tersebut pasti akan menggetahuinya.
                Jika dilihat dari frekuensinya, media cetak (baliho/stiker/poster) cukup efektif untuk memberitahukan suatu peristiwa kepada masyarakat. Dikarenakan jika memang ia adalah pengguna jalan/pengguna warung tersebut yang sering datang pada tempat tersebut, pasti lambat laun akan menghafal apa yang ada atau apa maksud yang terdapat pada media cetak. Sehingga para masyarakat akan segera tanggap jika ia menemui orang yang wajahnya terpampang sebagai list buronan koruptor dan melaporkanya kepada polisi setempat tentang keberadaan para koruptor. Sehingga dari stiker ini, diharapkan presentase terhadap koruptor di Indonesia akan menurun.
                Hanya sebagai tambahan saja, foto tersebut diambil saat si fotografer baru pertama singgah dan datang di warung pinggir jalan tersebut. Terlihat dari ekspresi dua orang yang sedang melihat proses pemotretan. Sepertinya, kedua orang ini mengangap aneh si fotografer, dikarenakan ia melihat pada objek yang ingin di foto oleh fotografer yang menurut kedua orang ini kurang interest bagi mereka. Selain itu, jika si fotografer sudah sering/ menjadi pelanggandi warung tersebut, pemotretan yang ia lakukan tidak akan menarik perhatian dari orang-orang di sekitarnya.



Gambar 3 (Penjelasan Tentang Tsunami-KOMPAS/Yuniadhi Agung)

                Foto berikutnya menjelaskan pemberitahuan tentang Tsunami. Pemberitahuan kali ini menggunakan media baliho sebagai media penyampai pesan. Baliho ini berisikan tentang penyeluhan apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi bencana tsunami datang. Baliho ini berada di pesisir kota Cilacap, Jawa Tenggah yang tidak terkena dampak tsunami. Terlihat dari gambar tersebut terdapat pengguna jalan, yang sedang melihat gambar baliho tersebut sambil tetap mengayuh sepedanya. Walaupun di daerah cilacap masih belum terkena bencana tsunami, dinas kelautna setempat mencoba menghimbau warganya untuk berjaga-jaga dan bersiap-siap ketika bencana tsunami datang, dan menimpa kapanpun.
                Baliho tersebut memang terletak di jalan yang sepertinya menjadi jalan yang sering dilalui oleh warga sekitar, dikarenakan pemasangan baliho tersebut berada di jalan menuju ke bibir pantai. Terkadang pemberitahuan tentang penyuluhan tsunami diberitahukan secara langsung kepada warga melalui acara-acara tertentu, tetapi kali ini berbeda, untuk lebih mengingatkan kepada warga bahwa bahaya tsunami dapat datang sewaktu-waktu, maka dinas kelautan besarta pemerinyah sekitar senggaja mamasang penyuluhan tentang bahaya tsunami di pinggir jalan. Mungkin presentasi pembaca dari baliho ini sedikit, dan mungkin para warga hanya akan melihat gambarnya saja, tidak kepada tulisannya. Namun, pemberitahuan seperti ini sudah cukup untuk menghimbau para warga setempat untuk tetap waspada terhadap bencana tsunami yang akan melanda sewaktu-waktu.



Gambar 4 (Menunggu Konsumen-KOMPAS/YUNIADHI AGUNG)

                Foto berikikutnya adalah mengenai pemasangan symbol dollar AS bahwa di tempat tersebut terdapat jasa penukaran uang asing di pinggir jalan di kawasan Kwitang, Jakarta. Terlihat jelas bahwa pedagang valuta asing tersebut sedang menunggu konsumen yang datang untuk menukarkan uang ke dirinya. Mengingat pada saat itu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat. Terbukti pada selasa 28/3 kurs rupiah naik menjadi Rp 9.050 per satu dollar AS.
                Seperti yang saya sebutkan pada deskripsi yang lain. Tujuan dari pemasangan tanda ini menunjukan bahwa terdapat pemberitahuan jika, “ di sini terima jasa penukaran uang asing”. Seperti yang saya beritahukan di atas, bahwa pada saat itu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS meningkat, mungkin bapak ini berkeninginan bahwa akan ada orang yang inggin menukarkan uang rupiahnya dengan dollar AS sebagai investasi jika nilai dollar akan naik kembali.
                Memang kenaikan dollar AS, akan mempengaruhi nilai atau harga barang/pangan/sandang di Indonesia akan ikut naik. Mengingat bahwa dollar merupakan nilai kurs tertinggi saat ini. Jika dilihat dari fenomena saat ini, banyak ditemukan dipinggir jalan terdapat jasa penukaran uang asing yang tidak resmi. Biasanya jasa penukaran ini dilakukan di bank-bank yang bersangkutan. Tetapi manusia inidonesia lebih memilih cara instan, dan mudah untuk menukarkan uang asingnya ke rupiah melalui jasa penukaran uang di jalanan.



Gambar 5 (KOMPAS/AGUS SUSANTO senin 18/12) 

                Gambar ini diambil di tempat pengepul barang bekas dari para pemulung di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Terlihat bahwa ada seorang pemulung yang sedang beristirahat di sebelah poster presiden RI SBY beserta mantan WaPres JK. Ternyata tidak hanya di lembaga pendidikan atau di kantor-kantor petinggi daerah, namun ditempat yang jarang dilirik orang bahkan dianggap hina sekalipun terdapat dua poster  presiden dan mantan presidennya. Hal ini membuktikan bahwa penempatan foto/poster sangatlah elastis, dan tidak tergantung oleh tempat.
Penempatan foto tersebut bukan sebagai pembuktian ideologi yang ada pada diri si pemilik tempat, melainkan sebagai bentuk protes bahwa sulitnya mencari lapangan kerja di ibukota. Walaupun hanya sebagai pemulung ibu kota, ternyata profesi ini juga memiliki saingan yang berat setipa tahunya. Para pemulung akan terus bersaing dengan pemulung yang lain, yang jumlahnya setiap hari semakin meningkat yang kebanyakan dari mereka merupakan pendatang. Sehingga pendapatan sehari-hari para pemulung ini sekian hari semakin sedikit, mengingat bahwa pendapatan mereka sehari-hari memang sudah sedikit.
Selain itu, di sebelah peletakkan foto tersebut, terdapat stiker yang menunjukkan bahwa si pemilik rumah, merupakan golongan keluarga yang cukup terpandang di wilayah tersebut. Disini, stiker berfungsi sebagai tanda dari suatu komunitas, bukan lagi sebagai sebuah pemberitahuan ataupun sebagai peringgatan.



KESIMPULAN :
Di era modern ini, pemberitahuan terhadap Sesutu tidak hanya melalui media elektronik seperti radio, TV ataupun radio, melainkan keberadaan media cetak di era modern ini masih berlaku, bahkan dapat dikatakan bahwa eksstensi dari media cetak ini mulai muncul kembali. Selain biaya yang dikenakan cukup ringgan dibandingkan pemberitahuan melalui media elektronik yang cukup menguras kantong. Tidak hanya itu, keberadaan media cetak, seperti baliho, stiker, ataupin poster dirasa cukup membantu dalam penyampaian suatu hal. Dilihat dari frekuensinya, peletakan jenis media cetak tersebut, selalu berada di spot-spot yang sering dilewati oleh orang banyak, sehingga secara tidak sadar para pengguna jalan akan selalu melihat poster/stiker/baliho yang terpasang di pinggiran jalan. Lain dengan pemberitahuan yang dilakukan oleh edia elektronik yang cenderung hanya satu kali dala setiap penayangannya.
Seperti peletakkan poster ajakan untuk tidak mengunakan narkoba yang selalu ada di setap lembaga pendidikan. Selain penyuluhan yang selalu diberikan oleh guru setempat, poster digunakan sebagai pengingat dan pemberiatahuan terhadap bahaya penggunaan Narkoba. Poster juga ditunjang dengan gambar yang semakin mewakili pemberitahuan apa yang ingin disampaikan.  Dari frekuensinya, para pelajar akan setaip hari melihat poster-poster tersebut sehingga secara tidak sadar ia telah terlatih untuk tidak menggunakan Narkoba dalam bentuk apapun dan pada waktu apapun. Sehingga poster dirasa cukup untuk memberitahukan sesuatu kepada masyarakat luas.


Baca selengkapnya »

Batu Flower Festival (BFF) -2012

0 komentar


Batu Flower Festival models

Batu Flower Festival (BFF) merupakan agenda wajib sejak diresmikanya kota Batu menjadi Kota Pariwisata Batu,tepatnya pada masa Edi Rumpoko menjabat sebagai walikota Batu tahun 2009.  Tujuan dari diadakanya BFF ini merupakan salah satu upaya untuk menarik para wisatawawan baik lokal atau interlokal untuk datang ke batu dan menunjang eksistensi kota Batu sebagai Kota Pariwisata. Pelaksanaan BFF ini selain ditujukan untuk memajukan sektor pariwisata di kota Batu juga dijadikan sebagai perayaan ulang tahun Kota Pariwisata Batu (KWB) yang ke 11. Sebelumnya BFF ini juga dilaksanakan pada tahun 2010 dan 2011 dan pada saat yang sama yakni HUT kota batu. Dalam pelaksanaanya, Festival ini seperti peragaan busana yang menggunakan jalan raya sebagai catwalknya. Namun, yang sedang berlenggak-lenggok di jalan itu bukanlah sepenuhnya model busana, namun kebanyakan adalah Para siswa/siswi sekolah yang sudah melewati tahap seleksi di sekolahnya, sedangkan pada desa, mereka memanfaatkan para bungga desa ataupun pemuda desa. perwakilan tempat wisata (Agrokusuma, Klub Bunga, JTP 1 dan 2 dll) terkadang menyelipkan beberapa model asli dalam pagelaran BFF ini.
foto salah satu siswi dari salah satu SMK di kota batu

Peserta dari BFF ini bersal dari perwakilan desa, tempat wisata, ataupun sekolah (SMP-SMA/SMK) di Batu. Foto di atas merupakan salah satu foto dari siswi dari SMKN 1 Batu, dimana salah satu jurusan pada di sekolah tersebut adalah tata busana. sehingga tidak heran karya yang diciptakanyapun merupakan yang lebih tertata dan lebih enak dilihat dan tertata akan nilai fashion yang dianutnya.


Pedagang Asongan manisan pencit 1
Tidak hanya karavan para peserta BFF saja, ternyata ada karavan lain yang bukan peserta BFF ini yang juga ikut eksis. Rombongan ini muncul ketika jalan sedang sepi, biasanya saat rombongan karavan berhenti sejenak untuk beristirahat, yakni para pedagang asongan yang menjadi ciri khas indonesia di setiap adanya suatu acara. Para pedagang asongan ini selalu muncul ketika para karavan berhenti atau pada saat adanya jarak antara karavan yang satu dengan yang lain.
pedagang asongan manisan pencit 2 dan penjual air minum
pedagang asongan pencit 3

Barang yang dijualnyapun juga beragam, mulai dari kripik singkong, air minum, jajanan pasar, mainan anak-anak, dan yang paling sering ditemui adalah pedagang manisan pencit (mangga muda), yang sangat menggugah selera apabila disajikan pada siang hari yang panas. Namun hal yang sangat memperhatikan di sini, para pedagang asongan ini tidak begitu diperhatikan oleh para penonton (pembeli), dikarenakan antusias para penonton yang sedang menunggu karavan yang selanjutnya, sehingga tidak jarang para pedagang asongan ini menawarkan daganganya banyak para penonton yang tidak memperhatikannya.
pedagang asongan yang ada di belakang para penonton
Tidak hanya para pedagang pencit saja, melainkan juga ada beberapa pedagang bakso, tahu campur, gorengan, mie instan, dan soto yang berada di belakang para penonton karavan BFF ini. Anehnya, justru mereka yang lebih di buru oleh para penonton dibandingkan dengan pedagang asongan yang berada di di depan dan berbaur dengan para penonton.
para penonton yang sedang mennggu karavan yang selanjutnya
Foto ini saya ambil ketika adanya senganggan jarak antara karavan yang satu dengan yang lainya yang cukup panjang (10 meter). Rata-rata para penonton karavan BFF ini adalah orang-orang desa beserta rombonganya dan para anak-anak yang didampinggi oleh orang tuanya (khususnya ibu). hal tersebut terlihat pada parkirnya mobil pick-up yang berada di belakang penonton. Pada saat keberangkatanya, mobil pick-up ini penuh rombongan masyarakat desa. Biasanya rombongan keluarga ataupun tetangga. Antusiasme yang dimiliki oleh masyarakat desa ini lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat kota yang cenderung tidak begitu antusias. Antusiasme yang dimiliki oleh masyarakat ini ditujukan dengan banyaknya konsentrasi yang tertuju pada rombongan karavan selanjutnya yang tentu keberadaanya masih jauh. Mereka dengan seksama menolehkan wajahnya dan menatapkan pada objel yang sama
peran dari 'satpam pribadi' karavan yang sedang menggatur jalan
Setelah menanti beberapa lama, kemudian datanglah bunyi peluit yang menandakan adanya rombongan karavan yang berikutnya. Orang yang sedang meniupkan peluitnya tersebut merupakan 'satpam prbadi' atau badan penertipan yang dimiliki oleh setiap karavan yang berfungsi untuk menyeruh para penonton bergeser ke belakang dan menciptakan jalan yang cukup lebar, sehingga dapat dilewati oleh para model karaval ini. Kostum dari para model karavan ini tergolong besar, saya berpendapat bahwa konsep yang diusung oelh para peserta sedikit mencontoh konsep JFC (Jember Fashion Carnaval) yang sudah melanglang buana baik di dalam negri dan dalam negri. 
foto dari peserta/model Jember Fashion Carnaval (JFC)

Konsep Fashion yang diusung sangatlah atraktif. Sebelumnya, pada BFF tahun 2010 dan 2011, banyak yang menggunakan bungga asli, dan sangat mengusung tema bunga. seperti pada foto pembanding berikut ini yang saya peroleh dari web resmi kota batu http://www.batukota.go.id/berita/wisata/ajang-batu-flower-festival-2011-mendunia.html dan http://sylvianitawidyawati.blogspot.com/2011/10/semarak-batu-bertabur-bunga.html
BFF 2011

BFF 2011

Tidak hanya rombongan para karnavan peserta dan model BFF saja, namun juga ada tampilan dari marchingband setempat, yang merupakan perwakilan dari sekolah-sekolah di kota Batu (SD-SMP)
salah satu robongan marchingbang

Vita Iga Anjani
foto : Dokumentasi Pribadi
Baca selengkapnya »
 
 

© 2010 ETNOFOTOGRAFI, Design by DzigNine
In collaboration with Breaking News, Trucks, SUV